Sabtu, 11 Juli 2015

FAKTA NASA DIBALIK MALAM LAILATUL QADAR

Lailatul qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dengan pengertian tersebut, setiap umat muslim pastilah akan berlomba-lomba untuk mendapatkan lailatul qadar yang turun pada 10 hari terakir (MALAM GANJIL) di bulan ramadhan.

Malam lailatul qadar pada ramadhan tahun 2015 yaitu :

Selasa,7 Juli, malam Rabu, (malam ke 21)

Kamis,9 Juli, malam Jumat,
(malam ke 23)

Sabtu,11 Juli, malam Minggu,
(malam ke 25)

Senin,13 Juli, malam Selasa,
(malam ke 27)

Rabu,15 Juli, malam Kamis,
(malam ke 29)

Dari malam-malam ganjil tersebut, tidak disebutkan secara pasti pada malam ke berapa lailatul qadar akan turun. Hal ini dimaksudkan agar umat muslim sebantiasa beribadah di semua malam-malam tersebut.

Saat ini, berdasarkan temuan NASA, diketahui fakta mengejutkan pada 10 malam terakhir pada bulan ramadhan. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, ada satu hari diantara 10 malam tersebut dimana tidak ada satu pun meteor yang melintas. Padahal biasanya dalam sehari ada banyak meteor yang mmelintas.

Carner, sebagai penemu fenomena tersebut langsung mengikrarkan diri untuk masuk islam. Namun, pihak NASA menyembunyikan fakta akan malam yang dianggap sebagai malam lailatul qadar itu.
Fakta ini ternyata telah ditemukan Badan Antariksa NASA 10 tahun lalu. Namun mereka enggan mempublikasikannya dengan alasan agar non Muslim tidak tertarik masuk Islam

Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr Abdul Basith As-Sayyid menegaskan, Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA) telah menyembunyikan kepada dunia bukti empiris ilmiah tentang (malam) Lailatul Qadar.
Ia menyayangkan kelompok jutawan Arab yang kurang perhatian dengan masalah ini sehingga dunia tidak mengetahuinya.

Seperti yang telah dijelaskan pada hadits nabi, malam Lailatul Qadar adalah “baljah” (بَلْجَة);tingkat suhunya sedang), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya.

”terbukti secara ilmiah bahwa setiap hari (hari-hari biasa) ada 10 bintang dan 20 ribu meteor yang jatuh ke atmosfer bumi, kecuali malam Lailatul dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun" jelas Sayyid.

Statemen ini mengutip ucapan seorang pakar di NASA Carner , seperti yang dikutip oleh harian Al-Wafd Mesir.

Abdul Basith Sayyid, Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr Abdul Basith As-Sayyid dalam sebuah program di TV Mesir Sayyid juga menegaskan, pakar Carner akhirnya masuk Islam dan harus kehilangan jabatannya di NASA.

Sumber : tribunnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar